Terinspirasi dari cerita teman sekantor ku mengenai budidaya jamur tiram, sewaktu kami bertemu ketika dia sedang bertugas dibanjarmasin. Dia bercerita banyak mengenai usahanya didalam membudidayakan jamur tiram dijakarta, tepatnya didaerah tangerang kemudian dia mengundang saya untuk berkunjung ketempat budidaya jamur tiram miliknya.
Awal bulan Februari 2009, saya dan teman saya (octo) jalan-jalan ke kumbung tempat budidaya jamur tiram teman sekantor saya yang menurut ceritanya sudah berhasil didalam membudidayakan jamur tiram bersama teman-teman dikomplek perumahannya didaerah tangerang.
Setelah berkeliling melihat-lihat saung pak goro dan mendapat penjelasan secara mendetail mengenai cara budidaya serta pemasaran jamur tiram, saya dan octo tertarik untuk ikut membudidayakan jamur tiram didaerah kita.
Adapun alasan saya tertarik untuk membudidayakan Jamur Tiram adalah:
1. Memanfaatkan sedikit pekarangan yang tidak begitu luas ditempat saya.
2. Bangunan untuk budidaya jamur tiram dapat dibuat sederhana hanya berbentuk gubuk yang atapnya ditutupi dengan jerami dan dindingnya oleh bilik bambu.
3. Mudah teknik membudidayakannya.
4. Membuka lapangan kerja dan peluang usaha untuk masyarakat sekitar.
Setelah memperhitungkan biaya-biaya yang akan kami keluarkan untuk usaha budidaya jamur tiram termasuk biaya untuk membayar orang yang akan merawat rumah jamur, kami mulai membangun kumbung dengan luas 8 x 3 m2 untuk kapasitas 3000 polybag.
”Tidak akan berubah nasib seseorang jika orang tersebut tidak mau merubahnya”
No comments:
Post a Comment